Beranda
CeleBio
Berita

Binerean Integrated Community Based Conservation Program: A three day intensive campaign!

1st International Maleo Conference

Antara Maleo Muara Pusian dan Banjir Dumoga

Belajar dan Bermain di Alam

Pendidikan Keragaman Hayati untuk Siswa SMA se Kotamobagu

Maleo 4000
Download sekarang

Ingin tahu lebih jauh mengenai Maleo? Silahkan download booklet dan poster mengenai Maleo dan usaha konservasinya di Sulawesi.

Booklet: konservasi Maelo

 

 
Poster Maleo
     

Mengintip Maleo Bertelur PDF Print E-mail
Written by Usman   
Tuesday, 04 March 2008

Hungayono, pagi hari, 16 Januari 2008. Seekor Maleo jantan, tampak dari warna jingga mencolok di dada, bergerak perlahan di antara tumbuhan perdu bercampur semak. Di depannya tampak sang betina, dengan bagian dada lebih putih, berjalan di antara rerumpunan bambu. Berjalan beriringan, sang jantan sesekali mengangkat kepala, tampak siaga terhadap ancaman. Mereka bergerak menuju lubang bertelur.

Sang betina mengajak pasangannya agar mendekat. Sang jantan tampak enggan, hanya bergerak perlahan menunggu pasangannya. Kemudian sepasang burung ini jalan berdampingan, mengelilingi hampir seluruh luas lokasi peneluran. Mereka mengawasi keadaan lubang-lubang sekitarnya. Maleo jantan  kadang berlari kecil saat ditinggal betina, agar bisa selalu mendampingi pasangannya.

Sepasang burung ini berhenti di sebuah lubang. Tampaknya mereka telah memilih tempat yang cocok untuk bertelur. Sang betina turun mencakar tanah hingga berhamburan ke luar. Maleo jantan mengawasi pasangannya yang telihat seperti menari di dalam lubang. Namun beberpa saat kemudian sang betina keluar, diikuti sang jantan, mereka berlalu mencari tempat lain.

Semua kejadian di atas saya amati dari menara pengamatan di lokasi peneluran. Dari lubang kecil di menara tersebut masih terlihat sepasang burung ini menjelajahi area peneluran dari lubang yang satu ke lubang lainnya.

Selanjutnya maleo menjauh dari tempat saya mengamati, masuk ke semak lalu menghilang dari pandangan mata. Dalam pikiran saya mungkin maleo tersebut akan bertelur di lokasi lain. Di lokasi peneluran ini ada 3 lokasi peneluran lainnya dengan jarak antara 200 sampai 300m.

Sekitar 8 menit kemudian, sepasang burung muncul dari samping sebuah hatchery (tempat penetasan semi alami) yang tidak begitu jauh dari tempat dimana pasangan pertama keluar. Sepasang burung ini bergerak mengunjungi sebuah lubang yang berada di antara rumpun bambu dengan jarak sekitar 20m dari tempat saya mengamati. Menyadari kedatangan burung ini, saya menjadi sangat hati-hati sebab tidak ingin mengagetkan mereka. 

Sang jantan masuk ke dalam lubang mulai menggali, sementara sang betina menunggu di luar. Mereka menggali secara bergantian. selanjutnya maleo jantan bergerak menjaga pasangannya. Dia berkeliling dan beberapa kali melakukan cakaran.

Sang Betina yang lebih banyak menggali lubang, kemudian terdiam di dalam. Nampaknya itu saatnya bertelur. Sekitar satu menit kemudian, kesibukan mulai terlihat kembali. Mereka bersama-sama menimbun telur di dalam lubang dengan tanah-tanah yang berhamburan tadi. Meskipun cukup dekat tapi tidak mudah mengamati karena terhalang beberapa batang bambu.

Setelah membuat dua lubang tipuan mereka kemudia berlalu dan pergi kembali masuk ke dalam hutan. Selamat tinggal telur...
 
Next >

Artikel

Mengintip Maleo Bertelur

Tanjung Binerean: A Promising Maleo Conservation Site

Burung Sebagai Simbol Budaya dan Religi(*)

"Minahasa" Pasar Satwa Liar

Tinjauan Singkat Keragaman Hayati Sulawesi Utara

Bagaimana Pulau Sulawesi Memiliki Keunikannya Yang Sekarang?

Perjuangan Seekor Anak Maleo

Antara Tanjung Panjang dan Panua: Catatan singkat dari cagar alam yang terlupakan

Konservasi Keanekaan Hayati Sulawesi

     
     
     
         
Beranda | Tentang CeleBio | Hubungi Kami | Login
 
© CeleBio2012 | Jl. Sam Ratulangi No.41 Manado95111 | Telp./Fax. +62 431 8880441 | Email: info@celebio.org