Beranda
CeleBio
Berita

Binerean Integrated Community Based Conservation Program: A three day intensive campaign!

1st International Maleo Conference

Antara Maleo Muara Pusian dan Banjir Dumoga

Belajar dan Bermain di Alam

Pendidikan Keragaman Hayati untuk Siswa SMA se Kotamobagu

Maleo 4000
Download sekarang

Ingin tahu lebih jauh mengenai Maleo? Silahkan download booklet dan poster mengenai Maleo dan usaha konservasinya di Sulawesi.

Booklet: konservasi Maelo

 

 
Poster Maleo
     

Rangkong PDF Print E-mail
Spesies dan Habitat - Spesies
 

Rangkong, Burung Taong, Rhyticeros cassidix

 Ilustrasi: Donald Bason

Sejarah Alam

Burung paling menonjol dan mengagumkan di Sulawesi Utara adalah Burung taong atau Rangkong (Rhyticeros cassidix).  Burung jantan dan betina mempunyai bulu yang berbeda.  Burung jantan mempunyai leher dan kepala yang berwarna coklat kekuningan dengan casque merah besar di atas paruh, sedangkan burung betina memiliki  bulu hitam seluruhnya dengan casque kuning yang lebih kecil.

Masa berbiak merupakan masa yang paling sulit bagi betina Burung taong.  Mereka bertelur pada lubang-lubang di atas pohon di dalam hutan.  Setelah mendapatkan lubang yang cocok, burung betina akan masuk ke dalamnya dan menutup pintu lubang dengan lumpur.  Hanya sebuah celah kecil saja yang disisakan pada penutup ini.  Selama 40 hari masa pengeraman, dan selama anaknya tumbuh, burung betina akan tinggal di dalam lubang ini, dan makanannya tergantung pada suplai dari burung jantan.  Jadi, celah ini merupakan satu-satunya pemandangan dunia luar yang dilihat oleh betina selama masa berbiak yang panjang itu.

Di luar musim kawin burung yang berumur panjang ini dapat dilihat dalam kawanan besar, sampai sebanyak 60 ekor, pada pohon-pohon yang sedang berbuah.  Burung ini sangat bergantung pada pohon beringin (Ficus spp.) yang buahnya disukai sebagai sumber makanan.

 Rangkong, Burung Taong, Rhyticeros cassidix
 Ilustrasi Donald Bason

Status

Burung taong sampai sekarang masih merupakan pemandangan biasa di areal hutan di seluruh Sulawesi.  Saat ini statusnya tidak terancam.  Burung ini terdapat dalam jumlah besar di Cagar Alam Tangkoko dan Suaka Margasatwa Manembonembo di Minahasa.  Ancaman utama bagi burung ini adalah hilangnya habitat.  Burung taong membutuhkan pohon besar yang cukup tua untuk bersarang, padahal pohon-pohon semacam ini selalu menjadi sasaran penebangan.  Adanya Burung taong di suatu tempat belum tentu berarti bahwa populasinya sehat.  Burung ini masih bisa terlihat meskipun sebenarnya populasinya tidak lagi bisa berbiak karena pohon-pohon besar telah ditebang.

Ancaman yang lain adalah perburuan untuk hobi dan olah raga.  Ukurannya yang besar merupakan sasaran empuk bagi senapan angin.  Di Kabupaten Boalemo, banyak rumah yang menggantung kepala burung ini sebagai hiasan.  Untungnya, banyak orang yang menanggap bahwa daging burung ini terlampau liat dan tidak enak rasanya.  Ini mengurangi perburuan terhadap burung ini untuk dimakan.

 
< Prev   Next >

Tag: Rangkong; Burung taong; Rhyticeros cassidix;
Artikel

Mengintip Maleo Bertelur

Tanjung Binerean: A Promising Maleo Conservation Site

Burung Sebagai Simbol Budaya dan Religi(*)

"Minahasa" Pasar Satwa Liar

Tinjauan Singkat Keragaman Hayati Sulawesi Utara

Bagaimana Pulau Sulawesi Memiliki Keunikannya Yang Sekarang?

Perjuangan Seekor Anak Maleo

Antara Tanjung Panjang dan Panua: Catatan singkat dari cagar alam yang terlupakan

Konservasi Keanekaan Hayati Sulawesi

     
     
     
         
Beranda | Tentang CeleBio | Hubungi Kami | Login
 
© CeleBio2010 | Jl. Sam Ratulangi No.41 Manado95111 | Telp./Fax. +62 431 8880441 | Email: info@celebio.org