Beranda
CeleBio
Berita

1st International Maleo Conference

Antara Maleo Muara Pusian dan Banjir Dumoga

Belajar dan Bermain di Alam

Pendidikan Keragaman Hayati untuk Siswa SMA se Kotamobagu

Maleo 4000
Download sekarang

Ingin tahu lebih jauh mengenai Maleo? Silahkan download booklet dan poster mengenai Maleo dan usaha konservasinya di Sulawesi.

Booklet: konservasi Maelo

 

 
Poster Maleo
     

Duyung PDF Print E-mail
Spesies dan Habitat - Spesies
Duyung, Dugong-dugong
 Ilustrasi: Donald Bason

Sejarah Alam

Duyung (Dugong-dugong) atau sapi laut adalah binatang menyusui yang hidup di laut.  Binatang menyusui atau mamalia adalah binatang berdarah panas yang memiliki kelenjar penghasil susu.

Bagian atas tubuh Duyung berwarna abu-abu kecoklatan sedangkan bagian bawah berwarna lebih cerah.  Panjang tubuh binatang dewasa adalah 240–270 cm dan beratnya 230–360 kg.  Makanannya rumput laut yang mudah dicerna seperti Thalassia hempricii, Halophila ovalis, dan Cymodacea sp.  Duyung dapat mencapai usia 15-17 tahun.

Sama seperti mamalia besar yang lain, Duyung menjadi matang seksual dan bisa berketurunan pada bagian akhir hidupnya, yakni sekitar 9-10 tahun.  Anak yang baru lahir berukuran panjang 100–120 cm, dan beratnya 20–35 kg.  Anak ini ikut dengan induknya berenang sambil menyusu dan makan rumput laut.  Walaupun Duyung adalah makhluk sosial, binatang ini seringkali tampak sendirian, dan biasanya terlihat merumput pada waktu subuh dan senja.

Duyung dapat dijumpai di perairan dangkal di Sulawesi Utara, dan saat ini sering terlihat di Taman Nasional Bunaken di sebelah timur pulau Manado Tua, dan di ujung selatan pulau Bunaken sampai ke daerah Arakan-Wawantulap.  Lokasi lain yang juga dilaporkan terdapat Duyung adalah di sebelah utara pulau Karakelang, di Talaud.

Status

Sampai saat ini, tidak ada perkiraan mengenai populasi Duyung di Sulawesi Utara.  Juga sangat sedikit yang diketahui mengenai perpindahan serta pola makannya.  Berdasarkan data-data yang ada, maka Duyung dapat dikategorikan sebagai binatang yang langka.  Jaring ikan merupakan ancaman besar bagi kelestariannya.  Ada beberapa insiden dimana Duyung tertangkap dalam jaring ikan, misalnya di lepas pantai Arakan-Wawantulap, Likupang, dan di sebelah timur Karakelang.  Sebagai tambahan, pembudidayaan rumput laut yang sekarang meningkat di Sulawesi Utara telah menjadi penghalang bagi Duyung untuk mencapai tempat-tempat mencari makannya.

 
< Prev   Next >

Tag: Duyung; Dugong dugong;
Artikel

Mengintip Maleo Bertelur

Tanjung Binerean: A Promising Maleo Conservation Site

Burung Sebagai Simbol Budaya dan Religi(*)

"Minahasa" Pasar Satwa Liar

Tinjauan Singkat Keragaman Hayati Sulawesi Utara

Bagaimana Pulau Sulawesi Memiliki Keunikannya Yang Sekarang?

Perjuangan Seekor Anak Maleo

Antara Tanjung Panjang dan Panua: Catatan singkat dari cagar alam yang terlupakan

Konservasi Keanekaan Hayati Sulawesi

     
     
     
         
Beranda | Tentang CeleBio | Hubungi Kami | Login
 
© CeleBio2010 | Jl. Sam Ratulangi No.41 Manado95111 | Telp./Fax. +62 431 8880441 | Email: info@celebio.org