CeleBio
     

Belajar dan Bermain di Alam PDF Print E-mail
Written by Edyson Maneasa   
Friday, 06 July 2007

 Pada tanggal 17 – 19 Juni 2007, WCS bekerja sama dengan Yayasan Lestari, PALS dan Rimbawan melaksanakan pendidikan alam terbuka untuk siswa Sekolah Menengah Atas yang tersebar di Kotamobagu, Bolaang Mongondow. Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan wisata Danau Moat Kecamatan Modayag.

Pendidikan alam terbuka ini diikuti oleh 19 siswa yang berasal dari tujuh sekolah seperti: SMA N 1, SMA N 3, SMA Katolik, SMK N 1, SMK 23 Maret, SPMA dan MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Kotamobagu. Komposisi siswa yang terlibat yaitu 11 laki-laki dan delapan perempuan. Para siswa juga didampingi oleh guru yang berasal dari masing-masing sekolah.

Pengenalan ekosistem hutan merupakan tema yang dipilih pada kegiatan pendidikan kali ini dengan beberapa tujuan yang ingin dicapai, yaitu:
  • Menumbuhkan kesadaran dan kepedulian para siswa terhadap ekosistem hutan dan potensi yang ada di dalamnya.
  • Menjelaskan tentang keragaman hayati dan manfaatnya bagi kehidupan manusia.
  • Memperkenalkan teknik pengamatan hidupan liar kepada para siswa.
  • Mempraktekan beberapa teknik pengamatan untuk mengetahui potensi keanekaan pohon, kelelawar dan burung di kawasan Danau Moat.


Materi Pendidikan

Keragaman hayati merupakan pengetahuan baru bagi para siswa yang mengikuti kegiatan ini. Untuk membangkitkan ketertarikan para siswa terhadap pengetahuan ini, maka pemberian materi dilaksanakan dengan cara yang tidak monoton. Materi diberikan dalam dua tahapan yaitu teori dan praktek, serta diselingi dengan beberapa permainan untuk membangkitkan semangat para peserta. Topik-topik yang disampaikan adalah sebagai berikut:
1. Keragaman Hayati (pengertian, manfaat dan konservasi).
2. Kawasan Konservasi dan Manfaatnya
3. Pengenalan Pohon
4. Pengamatan Burung
5. Mengenal Kelelawar

Identifikasi Pohon
. Materi ini tidak diberikan dalam bentuk formal, namun dilaksanakan dalam bentuk permainan. Dari tiga kelompok yang dibentuk, masing-masing diberikan tiga helai daun dan ditugaskan untuk menemukan pohon dari tiap daun yang dimiliki. Kemudian setiap kelompok mencatat nama lokal, nama ilmiah, dan ciri-ciri dari pohon tersebut. Para siswa dibantu oleh pemateri dan panitia dengan terlebih dahulu mencantumkan label di pohon-pohon yang ditugaskan

Mengenal Kelelawar. Peserta diberikan teori terlebih dahulu, kemudian masing-masing kelompok dibimbing untuk memasang jaring. Setiap kelompok ditugaskan mengidentifikasi kelelawar yang terjaring dengan menggunakan panduan yang telah dibagikan. Kegiatan ini berhasil menangkap tiga ekor kelelawar. Dari hasil identifikasi berdasarkan buku panduan diketahui dua spesies kelelawar yang terjaring yaitu Cynopterus brachyotis dua ekor dan Macroglossus minimus satu ekor.

 Pengamatan Burung. Sebelum melakukan pengamatan, pada hari sebelumnya para peserta dibekali dengan pengetahuan untuk mengamati burung. Pengamatan burung dilakukan pada pagi hari ketiga. Pada kegiatan ini peserta dibagi menjadi empat kelompok agar jumlah anggotanya tidak terlalu banyak sehingga nantinya di dalam kelompok tidak terlalu berisik yang akan mengganggu kegiatan pengamatan. Para siswa diminta untuk membuat sketsa dari burung yang dijumpai, kemudian setiap kelompok mengidentifikasi burung yang ada berdasarkan sketsa yang dibuat dan menggunakan buku “Panduan Lapangan Burung-burung di Kawasan Wallacea”.

Tercatat sebanyak 15 spesies burung yang berhasil diidentifikasi oleh seluruh kelompok. Walaupun masih terdapat beberapa kesalahan dalam mengidentifikasi burung, tetapi hal ini tidak menyurutkan semangat para siswa untuk lebih mengenal keunikan satwa ini.

KOLAM semangat untuk lebih mengenal keragaman hayati

Kegiatan pendidikan ini nampaknya sangat dinikmati oleh para siswa karena banyak pengetahuan baru yang bisa diperoleh. Disamping penyajian materi yang tidak membosankan, mereka juga dapat menikmati bermain bersama di alam dengan beberapa permainan yang membangkitkan semangat dan menuntut kerjasama kelompok secara total.

Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan terasa lebih membuka wawasan para siswa tentang alam sekitar dan keragaman hayati yang ada di dalamnya. Banyak manfaat keragaman hayati yang telah dinikmati selama ini, namun baru disadari oleh setelah mengikuti materi-materi yang disampaikan. Dan yang terpenting ternyata begitu manfaat kelelawar bagi kehidupan manusia dibandingkan hanya dijadikan makanan.

Diharapkan kegiatan seperti ini dapat berkesinambungan agar para siswa dapat lebih memahami keanekaragaman hayati yang ada disekitarnya, baik dalam hal potensi maupun ancaman yang sedang berlangsung. Hal senada juga disampaikan oleh seluruh siswa dan mereka berpesan kiranya dapat diajak lagi pada kegiatan berikutnya. Mereka juga menyadari bahwa dengan mengenal alam lebih dekat, pengetahuannya tentang alam dan fenomena yang terjadi di sekitarnya juga meningkat.

Sebagai tindak lanjut dari ketertarikan para siswa untuk lebih mengetahui potensi keragaman hayati yang ada, mereka sepakat untuk membentuk suatu wadah yang dapat membantu menyalurkan aspirasi mereka dalam suatu organisasi. KOLAM (Komunitas Alam) merupakan nama organisasi yang di bentuk oleh para siswa disamping sebagai wadah untuk belajar bersama, juga akan digunakan sebagai ajang untuk membagikan pengetahuan yang baru diperoleh ke para siswa lain yang tidak sempat mengikuti kegiatan ini.
 
< Prev   Next >

     
     
     
         
Beranda | Tentang CeleBio | Hubungi Kami | Login
 
© CeleBio2012 | Jl. Sam Ratulangi No.41 Manado95111 | Telp./Fax. +62 431 8880441 | Email: info@celebio.org