|
Spesies dan Habitat -
Spesies
|
 | | Foto: Riza Marlon, WCS |
Sejarah Alam Kuskus Beruang atau Kuse (Ailurops ursinus) adalah salah satu dari dua jenis kuskus endemik di Sulawesi. Binatang ini termasuk dalam golongan binatang berkantung (marsupialia), dimana betinanya membawa bayi di dalam kantong yang terdapat di bagian perut. Panjang badan dan kepala kuse adalah 56 cm, panjang ekornya 54 cm dan beratnya dapat mencapai 8 kg. Kuse memiliki ekor yang prehensil, yaitu ekor yang dapat memegang dan biasa digunakan untuk membantu berpegangan pada waktu memanjat pohon yang tinggi.
Kuse mendiami lapisan atas dari hutan. Makanannya terdiri dari daun dan buah, misalnya daun pohon Kayu kambing (Garuga floribunda), dan Kayu bugis (Melia azedarach) dan buah pohon Rao (Dracontomelon dao). Kuse membentuk kelompok kecil yang hanya terdiri dari induk dan bayi. Kecuali pada musim kawin, kuse jantan dan betina dewasa biasanya hidup sendiri-sendiri. |
|
Read more...
|
|
|
Spesies dan Habitat -
Spesies
|
 | | Foto: Riza Marlon, WCS |
Sejarah Alam Yaki (Macaca nigra) atau Monyet berjambul sulawesi merupakan jenis monyet endemik Sulawesi Utara. Populasinya hanya terdapat mulai dari ujung timur laut Sulawesi hingga ke dekat Kotamobagu. Tubuhnya berwarna hitam seluruhnya, kecuali pada bagian pantat yang disebut inchial callosities yang berwarna kemerahan. Panjang kepala dan badan binatang dewasa berkisar antara 45 hingga 57 cm, beratnya bervariasi antara 4 hingga 11 kg. Yaki hidup secara berkelompok. Besar kelompoknya antara 5 sampai 10 ekor. Kelompok yang besar biasanya terdiri atas beberapa pejantan dengan banyak betina dewasa. Perbandingannya adalah satu pejantan untuk kira-kira 3 ekor betina. |
|
Read more...
|
|
|
Berita dan Artikel -
Artikel
|
|
Saat ini, Propinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo memiliki 257 jenis burung, atau sekitar 65% dari total yang dimiliki kawasan Sulawesi (392) dan 16% dari total yang dimiliki Indonesia. Dari jumlah itu, 89 jenis diantaranya (yakni 86% dari 103 jenis) adalah burung-burung yang endemik untuk kawasan Sulawesi, dimana 13 diantaranya tidak terdapat di bagian lain Sulawesi. Satu diantaranya adalah Burung hantu mongondow, Ninox ios. Kedua propinsi ini juga memiliki keragaman mamalia yang relatip tinggi dengan 54 jenis mamalia darat asli, yakni kira-kira 44 % dari total yang dimiliki Sulawesi (122) atau 10% dari total yang dimiliki Indonesia (515). Dari jumlah ini, 30 diantaranya (55%) bersifat endemik untuk kawasan Sulawesi, seperti Babirusa (Babyrousa babyrussa), Anoa (Bubalus spp.) serta dua jenis monyet (Macaca nigra dan M. nigrescens; keduanya endemik untuk kedua propinsi ini). |
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 14 - 23 of 23 |